Tampilkan postingan dengan label schema electronic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label schema electronic. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Februari 2015

KALENDER DIGITAL


KALENDER ini terdiri dari penghitungg hari dan penghitung bulan, yang masing masing  diperagakan pada lampu tabung Nixie. Untuk penghitung hari

dan bulan dipergunakan pencacah desimal tipe 7490. Masukan dan penghitung hari mendapatkan sinyal control dari penghitung jam,dari sebuah jam digital (perubahan hari). Dekoder type 74141 mendekode keadaan keluaran dan penghitung kalender dan menggerakan indicator tabung Nixie.

Senin, 26 Januari 2015

SIMULATOR ECO

RANGKAIAN ini digunakan sebagai alat pembantu untuk mengatur atau memperbaiki alat ECG. ECG (electro cardiogram) adalah alat yang dapat menampilkan suara detak jantung pada layar osiloskop. Simulator ECG yang diusulkan di sini menghasilkan sinyal dengan frekuensi pulsa yang berasal dan 75 denyutan jantung setiap menit. Frekuensi inii dapat ditala dengan potensiometerP1:Amplituda sinyal pada terminal keluaran 1 sekitar 1,5 V dan sekitar 1 mV pada terminal keluaran 2.

Rabu, 21 Januari 2015

TEKA - TEKI


TEKA-TEKI lama mengenai serigala, kambing dan kol dapat dipecahkan dengan rangkaian elektronik ini. Teka teki  ini berbunyi kira-kira sebagai berikut :
Seorang petani dating dengan seekor serigala, seekor kambing, dan sekeranjang kol ke tepi sungai. Di situ timbul masalah, bagaimana caranya ia mencapai seberang sungai tanpa terjadi serigala memakan, kambing atau kambing memakan kol. Perahu untuk menyeberangi sungai ini hanya dapat membawa sebuah barang atau seekor binatang dengan petani.

Jumat, 02 Januari 2015

OSILATOR VARIABLE 200khz....4mhz


OSILATOR ini dibuat dengan menggunakan penyulut Schmitt G1 (74132).
MeIalui resistàr 330 ohm, sinyal keluaran dikopel kebali ke masukan G1. Sinyal
keluaran ini berubah dan logika “1” ke logika “0” bila tegangan di C2 mencapai tegangan ambang maksimum dan G1. Proses berlangsung sebaliknya, bila C2 mengosongkan muatannya sampai ke ambang minimum. Kejadian tersebut berlangsung secara periodik.

Sabtu, 13 Desember 2014

Petunjuk Arah Angin


DENGAN bantuan rangkaian ini, kedelapan arah angin yang utama dapat ditunjukkan. Peralatan komplit ini terdiri dan 2 bagian. Bag pertama terdiri dan sayap angin dengan pera1at an untuk pengkodean (Gambar 1 dan 2). Sedangkan bagian kedua terdiri dan dekoder, display, dan catu daya(Gambar 3 dan 4).


Rabu, 10 Desember 2014

Organ Sentuh Mini

MENGUBAH elektorfon menjadi organ sentuh mini tidaklah terlalu sukar.
Langkah pertama adalah merancang sebuah sakelar elektronik yang menghidup-matikan suara tunggal. ini mudah direalisasikan dengan menggunakan IC 7401. Kontak tombol elektorfon yang semula dengan resistor R9. .R35 dan R9a• •R35a sekarang tidak mempunyai fungsi dan dapat dihilangkan. IC 7401 memiliki transistor keluaran dengan kolektor terbuka. Dalam keadaan bekerja, keluaran transistor ini memiliki resistansi  yang rendah sehingga osilator suara dapat dengan mudah

Senin, 17 November 2014

Audioskop


RANGKAIAN ini berguna untuk menghasilkan efek tertentu pada layar TV. Rangkaian akan menghasilkan balok-balok vertikal yang bentuknya berubah menurut irama dari sinyal masukan berfrekuensi rendeh Sebagai sumber sinyal dapat digunakan radio, pemutar piringan hitam, pemutar pita atau generator sinyal frekuensi rendah. Keluaran rangkaian ini dapat dihubungkan secara langsung ke antena VHF pesawat televisi, terutama kanal 2, 3, atau 4.

Sabtu, 15 November 2014

Pengawas Tegangan


TUGAS dan pengawas tegangan adalah memberikan indikasi penunjukan bila terjadi hilangnya pemberian anus pada alat tertentu, baik untuk waktu yang singkat maupun lama. ini terutama diperlukan untuk rangkaian yang mempunya flip-flop atau pencacah elektronik seperti jam digital, pencacah digital, dan alat lain yang sejenis. Flip- flop biasa dan pencacah yang dibangun dengannya, tidak pernah mempertahankan keadanan terakhir pada waktu hilangnya tegangan, maka informasi yang disimpan

Minggu, 26 Oktober 2014

Dadu Elektronik

JANTUNG dan dadu ini adalah sebuah osilator yang terdini atas N3, N4, dan N5 (Gambar 1). Sinyal osilator dengan frekuensi sekitar 1kHz dimasukkan keN2. Bila tombol S ditekan, maka masukan dari N1 terblokir, sementara sinyal osilator masih dapat mencapai masukan pencacah  (IC1) Sécara bérsamaan, keluaran dan inverter Ni menjadi logika “0”. Kondensator C1 mengosongkan muatannya, dan transistor T1 menyumbat. Masukan A pada N7 mendapat logika “1”, masukan B juga  berlogika ”1”,karena itu keluaran N7 menjadi “0”... Akibatnya, pena 2  IC1 mendapat logika”0”, dan pencacah dapat meproses sinyal dan osilator. Siklus perhitungan ditunjukkan pada Gambar 2.

Rabu, 22 Oktober 2014

Regulator Triac Universal

ALAT ini dapat dipergunakan untuk berbagai macam tujuan, contohnya sebagai unit pengatur yang mandiri untuk penerangan, untuk mesin bor atau sebagai pengatur pada sistem pengaturan  temperatur. Keuntungannya bila dibandingkan dengan dimmer biasa ialah :

  • Pengendalian secara fasa dan 0 sampai 180°.
  • Tidak ada kesalahan trigger sebagaimana yang terjadi padarangkaian sederhana terutama pada daerah pengaturan bawah, seperti penampilan histerisis dan trigger lebih dan 3 sampai 4 periode.
  • Pengendalian dengan tegangan searah yang terpisah secara elektrik dari jaringan, sehingga tidak membahayakan

Minggu, 12 Oktober 2014

Unit Perkusi

PERKUSI dapat dipakai sebagai penghasil efek ketukan (mirip piano) pada organ elektronik, jadi suaranya keras pada saat pertama kali muncul, kemudian mengiilang secara perlahan. Setelah alat dihidupkan dengan sakelar S maka kondensator C4 dan C5 teñsi melalui R8, P1, dan R9. T4 dan T5

Rabu, 23 Juli 2014

Generator Pulsa

PADA waku merangkai generator pulsa ini, penuls, mendasarkan pada suatu pemikiran bahwa alat ini harus dibuat sedapat mungkin serbaguna, tetapi dalam batas-batas biaya yang ekonomis. Jantung  generator dibentuk oleh 2 IC timer NE 555. Timer pertama (IC1) dirangkai sebagai multivibrator astabil dan menentukan frekuensi sinyal  keluaran. Timer kedua (IC2) mempengaruhi waktu dan pulsa keluaran, timer ini dibuat sebagai multivibratcor monostabil  Pemilihan daerah frekuensi dilakukan dengan sakelar S1. Untuk pengaturan yang lebih halus, terdapat potensiometer P1.

Sinyal yang dihasilkan oleh multivibrator astabil (IC1) akan men-trigger timer IC2 yang berfungsi  sebagai multivibrator monostabil. Sinyal keluaran IC2 akan tidak stabil bila lebar pulsa sinyal yang men-trigger lebih besar dan lebar pulsa yang dihasilkan olehnya. Untuk menghindari kemungkinan

Sabtu, 19 Juli 2014

Penguji Transistor

PRINSIP kerja penguji transistor ini didasarkan pada kenyataan bahwa transistor yang bekerja baik akan menggeser fasa dan sinyal masukannya (beda fasa 180°C), sementara hal ini tidak tenjadi pada transistor yang rusak. Gambar rangkaian menjelaskan cara kerja penguji yang cukup sederhana INi.
Sebuah multivibrator astabil yang terdiri dan 4 buah NAND N1.. .N4 menghasilkan sinyal blok yang diumparilcan melalui R3 ke basis transistor yang diuji. Sinyal blok ini juga dimasukkan ke masukan a dan N8. Sinyal  keluaran dan transistor yang diuji masuk ke terminal masukan b dan N7. Bila sinyal dan N7 dan N8 disebut Y, maka jika a dan b keduanya berlogika “0” atau “1”, transistor rusak (tidak menggeser fasa) — Y dalam hal ml berlogika “1”. Bila a berlogika “0” dan b berlogika “1” atau

Rabu, 16 Juli 2014

Rintangan Cahaya

RANGKAIAN ini bekerja mirip dengan sakelar lampu otomatik yang mengolah sinyal dalam arah tertentu. Suatu sinyal dalam arah tertentu akan menambab satu hitungan, sedangkan sinyal dan arah yang berlawanan akan mengurangi satu hitungan. Oleh karena itu, rangkaian ini dilengkapi dengan sebuah penghitung maju mundur(74190 atau 74191) yang arah perhitungannya ditentukan oleh sinyal masukan yang bersangkutan.
Rangkaian ini menggunakan dua buah rintangan cahaya yang dipasang bersisiân.Dari rintangan cahaya yang pertama akan dihasiikin sinyal, yaitu pada saat seseorang melewati LDR1. Melalui monoflop (N1 sampai N4), sinyal ini diumpankan ke masukan clock pada IC pencacah 74191.

Selasa, 15 Juli 2014

Thermometer Digital

TERMOMETER air raksa yang kuno dapat diganti dengan termometer elektronik. Penunjukan temperatur berlangsung secara digital dengan bantuan lampu-lampu. Rangkaian ini dibuat sedemikian rupa sehingga setiap 2°C lampu yang menyala bertambah satu. Lampu-lampu itu disusun menurut
Bentuk thermometer yang biasa, disusun vertikal. Setiap ambang penyalaan dapat diatur terpisah sehingga dapat dilakukan kalibrasi dengan bantuan termometer yang sudah ditera. Potensiometer 10 k ohm  berguna untuk menyesuaikan resistansi NTC yang dipergunakan, karena NTC sendiri dengan

Senin, 14 Juli 2014

Penghemat Energi

KRlSlS energy memAng tidak sedemikian gawat, tetapi masih terus berlangsung. Rangkaian ini akan sangat berguna untuk menghemat energi dan pemborosan yang tidak bermanfaat. Sebuah relai yang terpasang di antara stop kontak dan TV, yang pengontrolannya dilakukan oleh rangkaian ini.
Di depan layar TV dipasang LDR yang mengikuti terus acara TV. LDR Ini akan mengindera kapan siaran TV berakhir (biasanyase telah siaran selesai layar akan gelap selama 2 sampai 3 detik). Jika ini terjadi, rangkaian ini akan membunyikan suara peringatan (alarm). Bila  penonton terbangun,maka ia harus menekan sebuah tombol, tetapi apabila ia tertidur, alat ini akan mematikan TV setelah 10 detik.
Jika siaran TV usai, gambar di layar akan gelap sebentar(ada pula yang gelap seterusnya). Akibatnya, resistansi LDR naik, T1 dan T2 mulai aktif pada suatu saat tertentu (diatur dengan P1). C1 akan terisi melalui R6 dan T2 dan tegangan di masukan N1 tunun. Jika layar dalam waktu 2 detik terang

Minggu, 13 Juli 2014

Pengharum Toilet

INDERA penciurn kita dapat membedakan antara bau yang sedap dan yang kurang sedap. Yang termasuk dalam kelompok bau yang tak sedap, contohnya bau dan WC. Dengan rangkaian yang dijelaskan di bawah inI pada saat pembilasan, udara WC secara otomatik diberi wewangian aroma pucuk pohon cemara dan sebuah kaleng penyemprot.
Dengan sebuah konstruksi mekanik dan elektromagnet, pentil pada kaleng semprotan difungsikan jika sakelar mikro diaktifkan. Setelah tenggang waktu sekitar 3 detik, pengharuman udara dimulai. Waktu penyemprotan berkisar 1 sampai 10 detik. Pada posisi normal, sakelar mikro berada pada posisi terbuka. TransistorT1 danT2 menghan tar, sedangkan T3 menyumbat. Relai A tidak mendapat arus sehingga kontak A terbuka, transistor T4 tidak bekerja (off). Oleh karena itu, kontak dan relai B

Jumat, 11 Juli 2014

Nyala Lampu Terkendali Suara

CARA kerja rangkaian ini bisa dibandingkan dengan lampu disko, dengan perbedaan bahwa pengaturan tidak ditentukan oleh frekuensi suara, tetapi oleh keras (amplituda) suara. Melalui trafo, saluran keluaran untuk loudspeaker dipisahkan secara galvanis. Sinyal masukan yang diatur dengan P1 diperkuat oleh T1 dan T2. Transistor T2 akan mengisi C2 dan C3, sehingga pada C3 timbul tegangan yang sebanding dengan keras suara. Tegangan ini mengendalikan T3, yang berfungsi sebagai resistor variabel pada rangkaian trigger dengan kontrol fasa.
Perhatian! Rangkaian ini membutuhkan pengamanan yang memadai. Sambungan massa tidak boleh terhubung ke kontak pengaman ataü dengan saluran netral. Untuk T3 diperlukan transistor dengan

Kamis, 10 Juli 2014

Rangkaian Pencegah Tabrakan

BANYAK kendaraan mainan yang digerakkan oleh motor listrik kecil. Kecepatan dan kendaraan mainan semacam itu — yang tidak mengikut sertakan baterai — bisa dikontrol dan jauh dengan menggunakan trafo variabel (mainan kereta api, mobil balap, dsb). Bila dua buah lokomotif berjalan berurutan pada rel yang sama, maka lokomotif yang kedua akan menabrak yang pertama apabila kecepatan yang kedua lebih tinggi.
Rangkaian di bawah mi berfungsi sedemikian rupa sehingga lokomotif yang kedua méligerem dan tidak menabrak yang lain. Denganmemasang sebuah lampu kecil dan LDR seperti di Gambar 1,

Minggu, 06 Juli 2014

Thermostat Elektronika Untuk Ruangan


KEBANYAKAN termostat ruangan yang ada di pasaran bekerja secara mekanik. Dengan alasan itulah, rangkaian elektronik berikut ini dikembangkan. Selain menjaga temperatur ruangan agar tetap,juga memungkinkan pemindahan ke temperatur yang lebih rendah.
Prinsip kerja dan rangkaian ini adalah sebagai berikut: Dengan potensiometer P3, temperatur ruangan disetel 20°C. Melalui NTC R6, temperatur ruangan akan dijaga agar konstan. Jika hari sudah gelap, maka pengaturan temperatur oleh P4 akan berfungsi melalui pertolongan sebuah LDR. Karena P4 terhubung seri dengan P3. maka P4 menentukan berapa derajat temperatur pada malam hari harus diturunkan. Contohnya, P3 20°C dan P4 3°C, maka temperatur malam sama dengan 17°C. Jika di